Sunday, July 3, 2016
Pegawai di Jepang Saat Turun Gaji Harus Rela Gajinya Langsung di Potong Istri
Salamlifestyle - Pasca peraturan ekonomi Abenomics, para pegawai di Jepang mengalami penurunan kesejahteraan. Dari mulai pemotongan gaji hingga bertambahnya jam kerja. Selama dua sampai tiga tahun terakhir, pegawai di Jepang bisa dikatakan berada pada titik yang buruk.
Di Jepang, istri memegang peranan penting dalam mengatur gaji suaminya. Saat gaji menurun, imbasnya ada pada uang harian sang suami. Uang harian pegawai di Jepang pada 2016 mencapai titik terendah ketiga berdasarkan sebuah survei yang dimulai sejak 1979.
Titik terburuknya sejauh ini ada pada tahun 1982 dan kedua terburuk jatuh pada tahun lalu. Survei itu diadakan oleh Shinsei Bank yang berbasis di Tokyo
Uang harian itu pun berpengaruh ke jatah makan para pegawai. Pakar ekonomi dari SMBC Nikko Securities, Koya Miyamae, mengatakan, sulit bagi pria Jepang untuk menegosiasikan masalah uang harian dengan istrinya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment