Friday, July 8, 2016
Ini Dia Sejarah Panjang Manusia Berciuman
Salamlifestyle - Tentu saja, manusia tidak begitu saja menemukan bahwa berciuman itu adalah hal yang sensual dan berhubungan dengan kasih sayang. Dari awal, terdapat sejarah panjang di baliknya.
Pada awalnya, bibir manusia itu mengalami evolusi panjang, sebelum sampai pada bentuknya yang seperti sekarang ini. hal ini diamini para ilmuwan yang percaya bahwa bibir manusia adalah hasil evolusi. Pertama-tama bibir manusia digunakan untuk memenuhi fungsi makan, lalu untuk membantu fungsi berbicara dan berkomunikasi.
Riset tentang berciuman dimulai sudah hampir setengah abad lalu. Awalnya, seorang ahli zoologi dan penulis Inggris, Desmond Morris, seperti dilansir Salamlifestyle, mengemukakan bahwa perilaku berciuman adalah hasil evolusi dari primata, di mana ibu mengunyah makanan untuk anak-anak mereka, dan kemudian memberi mereka makan dari mulut ke mulut.
Menurut Morris, mengingat simpanse masih makan dengan cara ini, maka sangat mungkin manusia purba juga melakukannya. Penempelan bibir ini kemudian berkembang jadi cara induk menghibur anak-anak di saat kelaparan dan akhirnya menjadi ekspresi umum kasih sayang antar primata.
Dari sini, semuanya berkembang ke hal yang lebih kompleks. Diketahui bahwa keberadaan senyawa kimia bernama feromon, yang disebut-sebut akan dilepas tubuh ketika jatuh cinta, membantu evolusi perilaku ini jadi ciuman intim antar pasangan yang kasmaran. Umumnya, hewan dan tumbuhan memang menggunakan feromon untuk berkomunikasi. Serangga, misalnya, memancarkan feromon untuk sinyal alarm, menunjukkan jejak makanan, atau mengumumkan ketertarikan seksual.
Penelitian membuktikan bahwa 'ciuman pertama' dapat menyebabkan seseorang terkejut lalu kabur meninggalkan pasangannya, atau justru memberikan sebuah harapan untuk relasi yang lebih permanen. Kegiatan berciuman rupanya memang memberikan informasi di alam sadar dan bawah sadar manusia, yang bisa mendorong keputusan tentang arah hubungan pasangan tersebut. Beberapa peneliti percaya bahwa ciuman bahkan dapat mengungkapkan sejauh mana pasangan berkomitmen untuk membesarkan anak.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment